Menyelam ke dunia di mana batas-batas telah memudar dan kemungkinan menjadi tak terbatas. Temukan masa depan, dimana pengalaman manusia dan inovasi digital bertemu untuk membentuk Kecerdasan (Quotient) Spiritual yang melampaui Kecerdasan Buatan (Ai)
Hubungan : Perasaan : Kebalikan. Manusia (Adat, Kebiasaan, Norma). Biocentrism (Biological Ethics). Eco. (Environmental Ethics).
Analitis : Keteraturan : Kejelasan. Bahasa : Nama, Membaca, Retorika. Matematika : Plus, Minus, Kali, Bagi, Semesta : Sejarah, Mikro & Makrokosmis.
Ruang : Bentuk : Warna : Intonasi Rupa : Tulis, Gambar, Arsitektur, Musik : Suara, Alat, Kombinasi, Gerak : Tari, Beladiri, Keterampilan/Akrobatik.
Seorang Guru yang memenuhi persyaratan mengajar (Edukatif), berprinsip, "Ajaklah ke Jalan Tuhanmu dengan Hikmah, Peringatan yang Baik, dan (bila perlu) Debatlah mereka dengan cara yang terbaik."
Menuntut ilmu tak kenal usia, tidak juga dari siapa, tetapi apa gunanya ia dan mengapa.Sebab, Hikmah (Kebijaksanaan) adalah perbendaharaan mukmin yang hilang, ambillah ia meskipun dari orang munafik
Oleh karena Manusia ketika terlahir di dunia dalam keadaan tidak mewarisi ilmu sama-sekali, maka hendaklah menggunakan secara maksimal (sesuai tujuan yang benar) telinga, mata, akal dan hati
Tentunya ketiga hal diatas bukanlah satu dari tiga atau semuanya, juga tidak menutup kemungkinan lain, melainkan poin penting dan yang paling mendasar di dunia pendidikan